Kalau kamu perhatikan, banyak barang disekitar kita yang memakai baterai sebagai sumber energinya. Contohnya seperti remote TV, mainan anak, lampu, hingga kamera. Perannya yang penting, membuat kita bisa menemukan baterai dengan mudah di toko konvensional.
Nah, baterai sendiri terbagi jadi beberapa jenis yaitu baterai sekali pakai seperti baterai alkaline, baterai aa, dan ada juga baterai rechargeable. Semuanya memiliki fungsi dan manfaat yang sama tapi punya kelebihan yang berbeda. Lalu, jenis baterai manakah yang paling cocok untuk kebutuhanmu?
Ketahui Tentang Baterai Secara Umum
Sederhananya, baterai sendiri dibuat untuk bisa menyimpan energi kimia yang nanti diubah jadi energi listrik. Energi listrik inilah yang akan menghidupkan berbagai macam barang elektronik agar bisa digunakan dengan baik.
Baterai sendiri terbagi jadi 2 kategori, yaitu:
- Baterai Sekali Pakai (Primer), baterai yang paling sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari seperti baterai alkaline dan baterai ABC biru. Tidak bisa digunakan berulang kali setelah dayanya habis.
- Baterai Rechargeable (Sekunder), baterai yang bisa diisi dayanya berulang kali menggunakan charger. Contoh baterainya adalah baterai Ni-MH atau lithium-ion.
Keduanya punya fungsi yang sama sebagai sumber daya. Namun dari cara kerja hingga efisiensinya tentu akan berbeda.
Mengenal Baterai Sekali Pakai
Jenis baterai yang sering digunakan dikehidupan sehari-hari karena mudah ditemukan. Mudah digunakan, kalau habis kamu bisa membeli yang baru.
Contoh baterai sekali pakai adalah baterai alkaline, baterai ABC biru (karbon-zinc) dan baterai lithium primer. Baterai sekali pakai sendiri punya ciri khas tertentu seperti:
- Tegangan awal: 1,5V per sel
- Tidak bisa diisi ulang
- Bisa disimpan lama karena daya tidak mudah hilang walaupun tidak digunakan
- Cocok untuk perangkat dengan daya rendah seperti remote TV, jam dinding, dll.
Jenis baterai yang praktis dengan sifat sekali pakainya, membuat kamu harus menggantinya dengan baterai baru dan membuang baterai lama saat habis. Ini bisa menimbulkan limbah baterai yang sulit terurai, dan mencemari lingkungan karena zat kimianya.
Kenali Jenis Baterai Rechargeable
Berbeda dengan baterai biasa, baterai rechargeable bisa diisi ulang dayanya. Sistem kimia nya bisa dibalik (reversibel), jadi baterai bisa dipakai lagi hanya dengan mengisi ulang baterai menggunakan charger khusus.
Beberapa jenis baterai isi ulang antara lain :
- Nickel Metal Hydride (Ni-MH)
- Nickel Cadmium (NI-Cd)
- Lithium Ion (Li-ion)
- Lithium Polymer (Li-Polymer)
Sekarang sudah ada baterai AA rechargeable dan baterai AAA rechargeable yang bisa menggantikan baterai alkaline. Dengan ukuran yang sama baterai ini bisa menggantikan baterai biasa.
Dengan kelebihan yang bisa digunakan terus menerus, kapasitas baterai bisa menurun seiring waktu. Kamu bisa lebih hemat dan bisa ikut dalam menjaga lingkungan karena tidak perlu sering-sering beli baterai baru.
Perbedaan Baterai Sekali Pakai vs Baterai Rechargeable
Supaya kamu lebih mudah untuk kamu memilih mana baterai yang cocok untuk kebutuhan. Coba kita bandingkan tiga jenis baterai yang paling populer yaitu baterai alkaline, baterai ABC biru (untuk baterai sekali pakai), dan baterai rechargeable dalam beberapa kategori.
Prinsip Kerja & Daya Tahan
- Baterai alkaline & ABC biru, reaksi kimianya bersifat (tidak dapat kembali (irreversible). Jadi saat daya habis sudah tidak bisa diisi dan digunakan lagi. Daya tahan pemakaian bisa sampai beberapa bulan, tergantung pemakaian.
- Baterai rechargeable, reaksi kimianya bekerja secara reversibel sehingga sangat mungkin untuk mengisi daya ke dalam baterai hingga ratusan kali. Namun, daya tampungnya akan menurun seiring penggunaan.
Satu baterai rechargeable bisa digunakan berkali-kali menggantikan ratusan baterai sekali pakai.
Performa
- Baterai alkaline, punya daya kuat dan stabil di awal. Bagus dipakai oleh perangkat dengan daya menengah seperti mainan dan lampu LED
- Baterai ABC biru, punya performa yang kurang stabil, daya yang cepat turun. Sehingga lebih cocok dipakai pada perangkat seperti remote & jam dinding.
- Baterai Rechargeable, walaupun punya tegangan sedikit lebih rendah (1,2 V per sel) tapi punya performa lebih stabil saat menghasilkan arus tinggi. Cocok untuk perangkat berdaya tinggi seperti kamera, flash, controller game, dll.
Efisiensi & Biaya Jangka Panjang
Dalam sisi penghematan mari buktikan lewat hitungan secara sederhana antara kedua jenis baterai
- 1 set baterai sekali pakai (2 pcs), punya harga Rp 15.000 bisa habis dalam 2 bulan
- 1 set baterai rechargeable, dengan harga Rp 80.000, bisa diisi ulang sampai 500 kali
Artinya, kalau dihitung-hitung bisa hemat sampai 80-90% biaya tahunan apabila memakai baterai rechargeable. Selain itu, juga bisa mengurangi limbah baterai yang berbahaya dan menjaga lingkungan.
Kesimpulan
Kedua jenis baterai punya keunggulan masing-masing. Kalau kamu ingin yang praktis, pakai baterai biasa. Juga cocok dipakai untuk perangkat yang berdaya rendah dan jarang digunakan. Sehingga baterai alkaline dan baterai ABC biru bisa jadi pilihan praktis.
Sedangkan baterai rechargeable lebih unggul dalam efisiensi, ramah lingkungan dan hemat penggunaan dalam jangka panjang karena sifatnya yang bisa diisi ulang. Cocok digunakan untuk perangkat berdaya tinggi. Kamu bisa memilih baterai apa yang cocok sesuai kebutuhan.
Bingung Cari Baterai Rechargeable yang Bagus Kualitasnya?
Power Station memiliki 2 jenis baterai rechargeable, yaitu jenis AA dan AAA. Dengan daya tahan lama, penggunaan optimal dan performa stabil, ini bisa jadi pilihan tepat bagi kamu menggunakan baterai yang efisien dan ekonomis untuk jangka panjang. Saatnya untuk mulai beralih dari baterai biasa ke baterai rechargeable dengan banyak keuntungan juga ramah lingkungan.
Kunjungi powerstation.com untuk melihat berbagai macam baterai rechargeable yang bisa kamu pilih. Kalau ada pertanyaan dan ingin konsultasi lebih lanjut, silahkan hubungi tim kami segera. Sudah waktunya pilih baterai rechargeable sebagai solusi bijak penggunaan energi sekarang juga.




